Cara Membuat Laserjet Compatible Cartridge

printer 300x253 Cara Membuat Laserjet Compatible CartridgePosting tentang cara membuat laserjet compatible cartridge ini dilandasi oleh kata “Komplain!!!…” yang sering penulis dengar di ruang produksi. Kata “komplain” adalah kata yang paling tidak enak di dengar oleh produsen apapun di dunia ini. Kata itu menandakan ketidaksempurnaan sebuah produk dimata konsumen atau user. Namun di sisi lain, “komplain” diperlukan agar setiap produsen terus-menerus melakukan riset dan inovasi untuk memperbaiki produk mereka sehingga mampu memenuhi keinginan konsumen atau user. berawal dari hal tersebut diatas maka disusun panduan cara membuat laserjet compatible cartridge.

Bagi produsen toner cartridge untuk printer laser, komplain yang terkait dengan produk dapat berasal dari dua hal, yang pertama adalah kualitas cetaknya dan yang kedua adalah kapasitas cetaknya. Hal-hal yang berkaitan dengan kualitas cetak printer laser adalah, kepekatan (densitas), kebersihan cetakan dan yang ketiga adalah stabilitas kualitas cetak.

Setiap pengguna printer laser tentu menginginkan kualitas cetak yang pekat, selain itu cetakan juga harus bersih, bebas dari bintik-bintik, garis-garis dan kotoran lain yang tidak diinginkan, dan yang tidak kalah penting adalah kualitas cetak harus stabil dari awal sampai akhir. Selain itu kapasitas cetaknya juga harus sesuai dengan cartridge original, karena konsumen tentu tidak menginginkan membeli cartridge murah namun juga cepat habis.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan cartridge compatible atau remanufacture.

1. Pilih komponen yang berkualitas.

Saat ini produsen komponen aftermarket untuk catridge printer laser di dunia terdapat di Amerika, Korea, Taiwan, Malaysia, dan (pasti) China. Komponen-komponen itu antara lain ; empty casing, OPC Drum, doctor blade, PCR, wiper blade, magnetic roller, chip, seal dan serbuk toner. Seorang produsen compatible toner cartridge harus bisa memilih komponen yang bagus dari sekian banyak supplier, dan juga harus tahu cara membedakan komponen yang bagus dan yang jelek.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan sampling dari tiap-tiap supplier, kemudian melakukan serangkaian test terhadap komponen tersebut. Perhatikan bagaimana kualitas cetaknya jika menggunakan komponen tersebut, seberapa lama usia pakai dari komponen tersebut, apakah pemakaian komponen tersebut akan berdampak buruk pada komponen lain, apakah komponen tersebut memiliki kualitas yang stabil dan pasokannya cukup.

   2. Mengkombinasikan komponen dengan tepat.

Setelah Anda mengantongi nama-nama supplier komponen yang bagus, tahap selanjutnya adalah Anda harus mampu mengkombinasikan komponen-komponen tersebut agar nantinya menjadi toner cartridge dengan kualitas bagus dan memiliki harga jual yang mampu bersaing.

Dalam mengkombinasi komponen, Anda tidak harus memilih komponen bagus semua, karena hal itu akan membuat biaya produksi membengkak –biasanya komponen bagus mahal harganya-. Untuk itu harus ada komponen yang “dikorbankan”, artinya untuk komponen tertentu Anda bisa menggunakan kualitas nomor dua atau bahkan nomor tiga.

Anda juga harus melakukan serangkain test terhadap cartridge hasil dari kombinasi komponen yang sudah Anda tentukan. Perhatikan apakah kualitas cetaknya tetap stabil sampai akhir usia cartridge, apakah cartridge tersebut boros atau hemat toner, apakah putaran komponen pada cartridge tersebut lancer atau tersendat, apakah kapasitas cetaknya sudah sesuai standart.

    3. Proses Assembly yang bagus

Tahap selanjutnya adalah membuat toner cartridge secara massal sesuai dengan standart yang telah Anda tentukan. Dalam melakukan proses perakitan komponen, hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain Anda harus menggunakan tenaga teknisi yang berpengalaman, mengerti cara handling komponen dengan benar dan mampu melakukan pre-test terhadap masing-masing komponen.
Pre-test diperlukan agar komponen yang akan dipasang itu nantinya dapat bekerja dengan baik ketika dirakit dan dipasang.  Salah satu pre-test adalah test kebocoran, test ini diperlukan untuk memastikan  pemasangan seal sudah tepat.

Selain faktor SDM, Anda juga memerlukan peralatan yang standart, pemasangan komponen menggunakan alat yang kurang tepat dapat berakibat buruk terhadap komponen. Gunakan pula bahan-bahan kimia pembantu seperti; conductive grease, drum lube, iso-propil alcohol, dll.

   4. Quality Control yang ketat

Tahap selanjutnya adalah memastikan bahwa kualitas cetak dari cartridge yang Anda rakit sudah sesuai dengan standart yang Anda tentukan. Cara memastikannya pastinya dengan mencoba cartridge tersebut pada printer laser. Pastikan hasil cetaknya pekat dan bersih (tidak bergaris, tidak ada bintik, tidak berbayang), cartridge juga tidak boleh mengeluarkan suara yang kasar karena akan membuat user khawatir. Pastikan chip cartridge dapat bekerja dengan baik dan level indocator pada posisi full.

   5. Finishing dan Packing

Selama proses assembly dan quality control, biasanya pada casing cartridge belepotan toner. Pada tahap terakhir ini cartridge harus dibersihkan sampai maksimal, bersihkan pula sisa-sisa sticker label pada casing, gunakan cairan yang tepat misal iso-propil alcohol.

Kemudian pasang label baru pada cartridge sesuai merk Anda, pasang pula segel pengaman pada sekrup atau pin untuk garansi.

Tahap terakhir adalah packing, masukkan cartridge ke dalam wadah PE bag kemudian tutup rapat menggunakan sealer. Ini penting untuk mencegah kontak antara cartridge dengan udara. Kemudian kemas cartridge menggunakan airbag yang sesuai untuk mencegah benturan dan goncangan selama pengiriman.

Sebelum cartridge didistribusikan ke konsumen, maka cartridge yang sudah menjadi produk jadi perlu disimpan dulu di dalam gudang. Cara penyimpanan yang kurang tepat dapat mengakibatkan toner cartridge rusak selama penyimpanan.

itulah beberapa tahapan dalam panduan cara membuat laserjet compatible cartridge yang diharapkan bisa menjadi panduan dasar pembuatan compatible cartridge sehingga bisa meminimalisir komplain di runag produksi.

 

Bagikan artikel ini

0
Shares
Posted by Indographia 4 Comments

4 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>